CATATAN PARA PUAN DI LINGKAR HIV

Kamis-Jumat, 16-17 Februari 2023.
Catatan ini dibuat untuk bahan diskusi pada kunjungan ke Komisi Nasional Perempuan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Latar Belakang
Dalam upaya penanggulangan HIV, perempuan mendapat tempat serta perhatian yang sangat kecil. Mulai dari kebijakan hingga pelaksanaannya. Padahal perempuan juga merupakan bagian penting dari komunitas dan masyarakat. Namun, termasuk para perempuan di lingkar HIV, mereka diantaranya adalah remaja perempuan, perempuan pekerja seks, perempuan pengguna napza, transpuan serta perempuan dengan HIV itu sendiri.

Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) sebagai jaringan perempuan yang hidup dengan HIV dan terdampak HIV kemudian menginisiasi pertemuan bersama para “Puan Lingkar HIV” yang diwakili dari beberapa organisasi yakni Suar Perempuan Lingkar Napza Nusantara (SPINN-Womxn Voice), Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI), Jaringan Transgender Indonesia (JTI), Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI), dan Inti Muda Indonesia.

Kami berkumpul dan mendiskusikan persoalan-persoalan yang kami hadapi, dan semua persoalan tersebut beririsan satu sama lain dimana hal yang terbesar dan paling sering muncul adalah ketidakmampuan kami untuk mengakses layanan kesehatan, hingga kemampuan memperjuangkan haknya serta mendapatkan dukungan yang berkelanjutan yang mana hal ini membuka resiko lebih besar pada stigma diskriminasi dan kekerasan.

Dari hasil laporan triwulan kedua tahun 2022, data kumulatif orang dengan HIV yang dilaporkan sampai dengan September 2022 sebanyak 338.760 orang, sedangkan jumlah kumulatif kasus AIDS yang dilaporkan sampai dengan Juni 2022 sebanyak 140.024. Dimana pada periode April-Juni 2022, jumlah laki-laki sebanyak (69%) dan perempuan (31%). Berdasarkan kelompok usia, untuk kategori 15-19 tahun sebanyak (8,6%) dan terbanyak pada 25 – 49 tahun (66,1%).

Sayangnya, berdasarkan latar belakang tidak dicantumkan secara spesifik berapa angka remaja perempuan, pengguna napza perempuan, dan pekerja seks perempuan. Data berdasarkan latar belakang atau faktor resiko sudah digabung dengan laki-laki sehingga kita tidak bisa melihat secara lebih mendalam. Adapun latar belakang puan di dalam Lingkar HIV yang diantaranya; perempuan ibu rumah tangga, perempuan pengguna napza, perempuan pekerja seks, remaja perempuan dan perempuan muda, transpuan, perempuan difabel, perempuan migran, perempuan dengan tuberculosis, dan lain-lain.

Sebagai disclaimer, keenam kelompok ini belum mewakili banyak puan lain yang kami yakini terdampak pada situasi HIV-AIDS serta kekerasan seperti perempuan disabilitas, perempuan migran dan perempuan dengan tuberculosis.

Rekomendasi Puan Lingkar HIV

  1. Pelibatan penuh puan di lingkar HIV dalam gerakan perempuan, serta pengambilan kebijakan yang berdampak pada perlindungan, kehidupan dan kesejahteraan puan di lingkar HIV.
  2. Adanya kebijakan, bahasa hukum dan petugas hukum yang berperspektif gender, anti-stigma diskriminasi dan memberikan perlindungan dan penghormatan kepada seluruh kelompok puan di lingkar HIV.
  3. Dekriminalisasi puan di lingkar HIV. Menghentikan segala bentuk persekusi dan penangkapan sporadis dan potensi terjadinya pelecehan atau kekerasan.
  4. Ketersediaan informasi dan akses layanan kesehatan serta kesehatan seksual reproduksi yang ramah, komprehensif dan dapat diterima oleh seluruh puan di lingkar HIV.
  5. Kepastian perlindungan dan layanan yang berpihak pada puan di lingkar HIV yang berhadapan dengan hukum atau situasi kekerasan dari pasangan, keluarga masyarakat bahkan negara.

 

Dokumen ini disusun oleh perwakilan dari Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI), Suar Perempuan Lingkar Napza Nusantara (SPINN-Womxn Voice), Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI), Jaringan Transgender Indonesia (JTI), Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI), dan Inti Muda Indonesia.

Perwakilan Narahubung:
– Ayu Oktariani, +6281314414027 / ayu1386@gmail.com
– Rosma, +62 821-2425-1808 / rosmakarlina@gmail.com
– Bella Aubrey, +62 853-1520-2638 / intimudaindonesia@gmail.com
– Adelia, +62 821-4428-2014 secretariat@opsi-network.org
– Kevin Marian, +62 858-0680-0701 devinmarian@gmail.com
– Belinda, +62 811-8884-323 Belinda.belle21@gmail.com

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021 © Ikatan Perempuan Positif Indonesia